Wow, sudah mau pulang!

Jujur saja, November cepat sekali berlalu..
Memasuki desember I was so excited.. But then bunch of assignment came to ruin my excitement haha!

Di awal desember, jurusan saya ada exhibition. Oleh karena itu, akhir november, due date tugas dipercepat. Cukup keteteran, tapi untung selesai.

Tiba2 di tengah2 masa ujian ini (8-21 Desember 2011) ada seorang dosen yg memberikan tugas besar mendadak dengan tenggat 9 hari. Haaa gimana deh?! Mana ada editing video untuk final assignment pelajaran inggris.

Dan senin besok, will be the GREATEST DAY EVER (maybe)! 왜냐하면… Senin besok adalah UJIAN TEORI DESIGN TERAKHIR DALAM BAHASA KOREAAAAA!
Gila gua excited + males belajar (blagu)..

Oke, the point is after taking that exam I will pretend that I dont have any other exams haha. And I’ll just think about GOING HOME!

How I miss Indonesia with its superdelicate foods :9

Maaf Korea, 8 bulan non-stop di sini, saya muak banget sama Anda. Makanan Anda tidak nikmat. Warga Anda suka meludah, muntah, dan tidak ramah. Pria-pria cetakan Anda hanya segelintir yang menarik mata. Dan banyak alasan lainnya.

Yang penting, saya rehat dulu..
Kembali ke panasnya Indonesia, macetnya Jakarta, MSGnya Indomie, dan murahnya salon.. Lalalala..

I’m coming home, babeeehh!

November 22, 2011

Saya tidak mau mengotori lahan berharga saya ini dengan makian.

Lahan ini satu-satunya pendengar setia saya, saya terlalu sayang jika dia menjadi kotor.

Tapi saat ini saya cuma bs bilang padanya. SAYA BENCI ORANG-ORANG!

Boleh lah sementara ini saya bilang, saya tidak percaya mereka lagi. Ini bukan bentuk amarah. Ini KEKECEWAAN.

Saya sering kali kecewa. Karena saya terlalu berharap banyak atau karena mereka terlalu banyak memberi harapan? Saya rasa keduanya bersangkutan.

Pada akhirnya, saya kecewa dengan diri sendiri.

Head to The Wall!

He did nothing, just smiled…
…and I smiled (unconciously)

He did nothing, just said…
…and I smiled (for no reason)

He does pull-release,
but I guess I (unlogically) stay!

WHY?!
I’m falling so deep, and deeper, drowning, getting lost to nowhere.

날 살려줘~

Busan International Firework Festival 2011

//It was on October 29th 2011//

//Raining//

//The show kept going!//

 

 

 

 

TOO LATE….

…..he said

Gwanganli malam ini terlalu dingin.

Memang dingin.

Tapi awalnya masih hangat dengan tawa entah apa yang kita tertawakan.

Tertawakan ombak.

Tertawakan kita.

Tertawakan aku.

Entah aku menangis sambil tertawa.

Terlalu sakit diiris tepat di luka yang bahkan belum benar-benar pulih.

Lagi, terlalu menggelikan.

Geli memang ketika kamu menggelitik.

Tapi elakku memang mengelak, aku akan mengelak sungguh.

Pergi sungguh, memberimu ruang baru untuknya.

Mestinya biar saja ombak tarikku pergi jauh ke tengah laut, biar aku hilang dari antara kalian.

Tidak lihat kalian.

Tidak ingat kalian.

Tapi tidak mungkin tidak ingat kamu.

Ah, dungu!

“Fix A Heart”

a cover and response song by Gabe Bondoc for Demi Lovato’s song “Fix A Heart”.

so hard to be true, but I really like this one :)

Demi Lovato – “Fix A Heart (Response)”

Don’t wanna say what’s best for you
No, I won’t say what’s best for you
But if I had to guess, you look stuck

You tried to do what’s right and I
Know he didn’t get just why
He didn’t wanna fight, he gave up.

You know, I just went out for band-aids
I’m thinking that’s a good place to start
If you’d let me bandage the damage,
I think I really could fix your heart

I wanna say I know what’s wrong,
But only you can be that sure
There’s nothing I can do but be here, here
He pushes you away and I
I really hate to see you cry
I wish that you would come be with me

Chorus

Yea, I know I’m no miracle worker,
But where can I begin?
Try to fix what’s been broken and
Please don’t get my intentions twisted
I don’t think he was trying to
Be cruel…

He didn’t wanna fight. He gave up.

Chorus

Aku Bibir Yang Berucap

Aku hanya bibir yang berucap tanpa sepasang telinga yang mendengar..

Aku terlalu aku,
lupa ada kamu dia mereka kalian.
Aku terlalu aku,
lupa mengerti keadaan sekitar.
Aku terlalu aku,
lupa kalau kamu ikut tertarik.
Aku terlalu aku,
lupa kamu ternyata sepasang telinga yang aku cari.

Malam itu, ya malam itu.
Toko kopi remang2.
Berbincang. Bukan.
Aku berucap. Kamu mendengar.
Benar, mendengar.
Aku melantur. Kamu mendengar.
Bahkan aku tertidur.
Kamu menepuk nepuk punggungku seperti bayi kecil.

Lalu kita diusir pemilik toko,
kita tidak bayar lalu kabur sambil bergandeng tangan. Ha, andai tidak setengah sadar!

Aku terlalu aku,
si bungsu yang selalu ingin diperhatikan.
Aku terlalu aku,
ingin selalu berdiri sejajar pundakmu.
Aku terlalu aku,
malam lewat malam berjalan panjang berdua.

Tapi aku hanya bibir yang berucap, tanpa sepasang telinga yang mendengar. Bahkan telingamu.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.