Jazz- Syndrome in Indonesian Idol

By following Indonesian Idol from season 1 to this year season, I found several singers who have jazz tone. First singer who tried to release a pop-boundary is called Kunto Aji Wibisono :) He’s my (seriously) first Indonesian Idol :D

Check this out!

The song he sang is one of Indonesian standard pop song which is considered as a song for non-high class listener, but this rendition is really turning it into a high-class song and performance!

I started to admire Kunto Aji right after he sang this song (still until now!)

Then, last season actually there’s a girl (also) with jazz-tone but I don’t really like her.. Though she tried to remake a melayu-song into jazz/bossanova-sound like-songs and those were good :)

AND FINALLY!! Here we got again, another jazz-tone singer I really admire is Dionisius Agung from Indonesian Idol 2012 :> He was really brave to sing dangdut song which is remade into jazz music. Moreover, he has a charisma of superstar beside he’s handsome indeed haha :p

Check this out!

Go, Fight, Win, Mas Dion B-)

Movin’ Out (Anthony’s Song) – Phillip Phillips

American Idol Season 11 Top 10
“The Incredible Songs of Billy Joel”

I totally LOVE this song covered by Phillip Phillips!
He “phillip philips-ed” this song!!!

Minggu, 17 Desember 1961

Pada suatu saat dimana kita berhenti.
Memandang ke belakang.
Dan memberi salam.
(Mesra tapi sayu).

Masa lampau adalah seperti mimpi.
Terlupa dan berat menarik ke belakang.
Terkadang kecewa.
Yang bilang, semua bilang.
Seperti Usus yang lenyap kelemasan.
Dan kecewa seperti Asuius yang patah hati.
Kemasakan, dan juga kenaifan.
Keberanian dan pengkhianatan.
Apakah kita bisa bicara tentang nilai-nilai?
Sebelum dewasa?

- Soe Hok Gie

Happy Valentine, Fanka…

Persembahan dari kami untukmu, Fan…

 

Evan bilang kamu suka lagu ini..

Evan bilang kamu suka sekali Yiruma – Kiss The Rain (….and I start to fall in love with that song too because of you)

Evan bilang kamu suka sekali lagu instrumen..

Evan bilang…..

Evan bilang banyak sekali :”)

 

Kutipan di yearbook itu juga Evan yang nemu hihi..

Maaf ya van, gua bocorin semua disini.. Biar fanka juga tau kalau dia berarti sekali :)

 

HAPPY VALETINE, FANKAAA…WE LOVE YOU!

Baik-baik di sana… titip cinta kami untuk Bos Besar!

 

Salam peluk hangat,

Meiska, Evan, JRyan :”>

 

Senyummu Paling Manis, Kak!

Tulisan ini saya dedikasikan untuk mengenang kakak kelas, pembimbing, kakak, sahabat terbaik dan termanis, Angelina Yofanka…

Krinngggg!!!

Bel istirahat berbunyi. Entah bel dari sd, smp, atau sma.

Kak Fanka, panggilanku untuknya, selalu punya keceriaan yang tidak pernah surut dari wajah cantiknya. Dari SMP-SMA kami menuntut ilmu di institusi yang sama. Teman-temanku, teman-temannya. She’s so lovely, and it will never change!

Di SMP saya dulu misalnya, senioritas cukup kental. Tapi itu tidak masuk hitungan untuknya. Kak Fanka tidak pernah risih atau aneh untuk menjalin persahabatan dengan adik kelas. Denganku contohnya. Walau tidak selalu main bersama, asalkan dia ikut bergabung, keceriaan selalu bertambah, bertambah, dan bertambah.

Semasa SMA, Kak Fanka yg dulu aku kenal sangat manis-tapi-tomboy ini, mulai menjadi seorang gadis yang anggun, tidak kehilangan senyum manis di samping lesung pipitnya, tapi tetap seorang Yofanka yang kami kenal. Pernah suatu kali, kami yang sama-sama tinggal di Bekasi ini harus pergi ke sebuah pesta ulangtahun di Jakarta. Agak-agaknya sulit transportasi. Kak fanka mengajakku naik kijang kotak milik temannya yang tidak ber-AC dimana kita sudah dressed-up cantik cantik (Kak Fanka selalu cantik :’)).. “Yang penting sampe, Meis!” katanya dengan semangat.

Ya, Kak Fanka tidak pernah tidak bersemangat.

 

Oh ya, kita bahkan ternyata seumuran (aku lebih tua bahkan).. Baru tau loh! Selama ini Kak Fanka (biarlah tetap menjadi kakak), sangat dewasa dan panutan bagi semua orang. Dan….. semua anak SMP Marsudirini (aku rasa begitu), berasa kalau kita satu SD di Marsudirini juga. Padahal enggak. Ya begitulah, kamu terlalu dekat dengan kami. Terlalu erat.

 

But, now she’s gone…

I, personally, adore you so much from the first time I saw you in the middle of our school!

Andai Kakak baca ini, Kakak telah menjadi contoh yang sangat baik bagi kami adik-adikmu, kami para perempuan, untuk menjadi perempuan yang independen, yang mandiri, yang bersemangat, dan yang mampu membanggakan.

You’re in a good place now with God.

We love you, but God love you more.. He’ll keep you well up there!

You’ll always be remembered. You’ll always be loved, Kak :”)

Image

———————————————————————————————————————

http://saveyofanka.blogspot.com/

http://evanteknik.wordpress.com/2012/02/10/cerit-untuk-fanka/

http://us.bandung.detik.com/read/2012/02/07/151857/1836412/486/angelina-diduga-terjebak-di-batu-undercut

Liebe, Frau Yustin…..

Tulisan ini saya dedikasikan untuk mengenang Frau Yustin.

 

Telah berpulang ke sisi Bapa, Frau kami tercinta, Frau Yustina Irfianti, 29 Januari 2012 pukul 22.31 WIB.

 

“Haccchiii!!!”

“Gesuunnddhheiittt!”

“Danke, Frau!”

 

Situasi di atas tidak akan pernah kami lupa. Frau tidak pernah kelewatan memberikan ‘kesehatan’ (gesundheit) setiap ada yang bersin di kelas. Kebetulan kelas saya dulu cukup penyakitan. Dari 18 anak, hanya 2-3 anak yang tidak punya tissue box di atas mejanya.

 

Secara pribadi saya ingin mengenang Beliau.

Tanpa Frau Yustin, mungkin saya tidak punya minat mendalam terhadap Jerman.

Tanpa Frau Yustin, mungkin saya tidak mendapat beasiswa ke Jerman saat SMA.

Tanpa Frau Yustin, mungkin saya tidak akan pernah keluar suara secara keras mengkritik gap antara guru dan murid di SMA saya dulu di depan wakil-wakil kepala sekolah.

Tanpa Frau Yustin, mungkin saya bukan apa-apa.

 

Frau Yustin yang suka ngomelin kami di kelas karena nakal.

Frau Yustin yang kecewa karena kami kurang bersikap welcome kepada orang Jerman yang datang untuk mengajar kami. Hey, Tatiana! :)

Frau Yustin yang bersemangat mempersiapkan lagu dan tari untuk persembahan di Goethe-Institut Jakarta.

Frau Yustin yang tidak pernah lupa memberikan kami semangat menghadapi ujian apa pun. “Yah, UAN Jerman mah kalian bisalah…..kleine fische!”

 

Dulu saat masih duduk di bangku SMA, jujur saja memang kami nakal, dan kami seperti anak kecil yang kesal dengan ibunya karena cerewet dan ngomelin. Ya itu seperti kami saat itu terhadap Frau Yustin. Beliau sangat keibuan dan sangat ingin yang terbaik bagi anak-anaknya. Beliau tidak pernah luput dengan tujuannya (sesungguhnya), hanya saja kami yang terlalu pendek melihat aksi-aksi Beliau. Begitu kami lulus, untuk saya pribadi, saya merindukan sosok Beliau!

 

Pernah sekali waktu Beliau memberi ucapan selamat ulang tahun lewat wall facebook :

“Meiska,meine schatzi! Die besten Glueckwunschen zu deinem schoenen Geburtstag!! Alles gute, sayang!” – 16 April 2011.

Schatzi, sayang.

Saya gak pernah bayangkan sebelumnya Beliau panggil saya begitu. Saya selama ini pikir di mata Beliau saya murid yang biasa saja tidak berkesan bahkan cenderung nakal mungkin. Tapi Beliau menunjukan kedekatannya dengan saya lewat sana dan terkadang comment-comment di facebook.

Tahun ini, 16 April 2012 tidak akan ada lagi wall dari seorang guru terbaik yang tidak pernah luput mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya (yang pasti dalam bahasa Jerman), walau kami terpisah jauh setelah saya lulus SMA.

 

Mengutip dari tweet teman tadi, “Anak Sanur kehilangan guru Jerman terbaik, tapi Indonesia juga kehilangan pembuat soal UAN Jerman.” Yup, she was! How great she wassssss!!

Beliau hebat! Sungguh hebat!

Bukan hanya karena kecintaannya terhadap Jerman, Beliau tetap menunjukan kecintaannya dan dedikasinya untuk negara. Beliau sempat berkesempatan pergi ke Jerman untuk urusan study dan di sana Beliau mengharumkan nama Indonesia. Beliau tunjukan betapa indahnya Indonesia, dan sungguh mendapat respon yang baik :) Beliau duta persahabatan. She was great!!!

Image

 

Will die Tränen weglachen,
will die Schmerzen verbergen vor Dir und mir.
Ich will Dir nichts mehr beweisen,könnte schreien,
doch ich bleib ganz stumm,vor Dir.
Unser Film ist zu Ende,das Kino ist leer.
Und ich schaue Dich an,und will gehen,
doch ist es so schwer.

 

So Schwer (sangat sulit), lagu ini pasti sangat diingat oleh semua anak yang pernah diajar Beliau. So schwer buat percaya Beliau tidak lagi bersama kami di dunia ini.

 

Selamat jalan, Ibu Guru..

Tuhan siapkan tempat terbaik bagimu. Tempat peristirahatan terindah.

Kau akan selalu kami kenang selamanya.

Aufwiedersehen, Frau Yustin! :”)

 

Image

In Memoriam Frau Yustin

 

 

Terus Bermain!

Setiap hari bertemu teman-teman high school senang sekali!!!! :) :) :)

image

image

image

image

NYE!

Last NYE I had a great NYE.
Watched fireworks show around Jakarta from the rooftop of one of unique residence above a building with friends.

What will I have tonight?
May I……
May I……
May I……

I don’t mind the moment of NYE.
I mind the moment with you.
May I……

2012′s Only Wish

Hey, last day of 2011!
I don’t wish too much for your last chance.
I will gain nothing on your last chance as well.

But, hey 2012!
I wish for your miracle.
I don’t wish too much.
Just let he lives my life.

First Holiday!

Not the real “first” holiday.

Last summer holiday, I chose to stay in Busan instead of going back to Indonesia.

I just want to gain more experiences how people spend time in summer holiday.

But what I got was a boring holiday (actually). –> yeah, you can read on my last post about my Seoul trip last summer.

 

But this time, I’m gonna go back to Indonesiaaaaa!

I’ve planned so many things to do.

So…….. I hope I have THE REAL HOLIDAY!

I don’t wanna freeze in cold winter. It’s freaking me out hahaha..

I miss the warmth of Jakarta (ok, it’s HOT!)

I miss the smell of Jakarta’s pollution (ok, it’s HYPERBOLIC!)

I miss the traffic jams in Jakarta (ok, it’s real s.o.m.e.t.i.m.e.s)

I ACTUALLY miss the smell of mom’s kitchen!!

 

I can wait to be home agaaaiinn :) :)

I miss my dolls! They’re patiently waiting for me night by night :’)

 

Indonesia, wait for me!

I’ll be home on Dec 26th 2011.. :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.